Tuesday, May 3, 2011

Belajar dari Swiss: Riset dan Pengembangan jadi Kunci Kesuksesan

Micro-technology adalah salah satu ekspor komoditi terpenting Swiss. Kemajuan industry micro-technology Swiss tidak bisa dilepaskan dari dana yang dialokasikan untuk riset dan pengembangannya. Tahun 2008 pada saat Swiss dalam resesesi ekonomi, perusahaan-perusahaan Swiss menyisihkan anggaran riset dan pengembangan sebesar US$20.9 milyar. Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri Swiss sangat menyadari pentingnya investasi terhadap inovasi untuk mendukung keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang. Hal tersebut dijelaskan oleh Dubes Djoko Susilo dalam pertemuan dengan delegasi Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) di KBRI Bern (Rabu, 27/04).

Lebih lanjut dijelaskan oleh Dubes Djoko Susilo bahwa keberhasilan perekonomian Swiss juga berkat dukungan pemerintah yang besar di sektor pendidikan. Salah satu kunci keberhasilan Swiss dalam sektor high-tech dan inovasi ini adalah berkat dukungan pemerintah Swiss yang sangat memprioritaskan penataan sistem pendidikannya, sehingga generasi mudanya telah dipersiapkan sejak sedini mungkin untuk menjadi tenaga kerja ahli.
Dalam pertemuan ini juga dibahas mengenai hubungan perekonomian Indonesia-Swiss dan upaya peningkatan nilai ekspor Indonesia ke Swiss serta investasi Swiss di Indonesia. Dubes Djoko Susilo berpendapat bahwa masuknya investasi asing ke Indonesia seringkali terkendala berbagai faktor di dalam negeri seperti sulitnya perijinan untuk mendirikan pabrik dan memasukkan mesin-mesin berat ke Indonesia. Untuk itu, pemerintah Indonesia harus berani mendobrak kendala-kendala ini agar arus investasi asing dapat mengalir lancar ke Indonesia, tukas Dubes Djoko Susilo.

Pertemuan antara delegasi BSBI yang diketuai oleh Umar Juoro dengan Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein dilakukan usai kunjungan kerja mereka di Zurich dengan Swiss National Bank. Fokus pertemuan tersebut adalah untuk menggali informasi terkait fungsi pengawasan terhadap bank sentral guna meningkatkan kualitas tata kelola institusi publik.

Badan Supervisi Bank Indonesia merupakan badan yang dibentuk oleh DPR pada tahun 2005 untuk membantu Komisi XI DPR RI dalam melaksanakan fungsi pengawasan terhadap Bank Indonesia.

By Djoko Susilo with No comments

0 comments:

Post a Comment

    • Popular
    • Categories
    • Archives