Tuesday, May 3, 2011

KBRI Bern sebagai KBRI “Batik“

Motif-motif batik yang berwarna-warni dari berbagai pelosok nusantara akan mewarnai hari-hari kerja di KBRI Bern selama musim panas pasca diluncurkannya gerakan KBRI Bern sebagai KBRI “Batik“ (29/04). Gerakan tersebut dicanangkan oleh Dubes Indonesia di Bern, Djoko Susilo, di hadapan delegasi dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dalam kunjungan mereka ke KBRI Bern.

Pencanangan ini adalah upaya untuk turut serta mendukung keputusan UNESCO pada tahun 2009 yang lalu yang menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia. Sejak penetapannya sebagai warisan UNESCO, batik kini menjadi salah satu pilihan pakaian favorit masyarakat Indonesia. Tidak hanya pada kesempatan formal, kini batik pun dipakai di kantor, di sekolah, maupun dalam berbagai kegiatan harian lainnya.
Dengan semakin populernya batik di berbagai kalangan: muda hingga tua, pekerja kantor hingga ibu rumah tangga, para penghasil batik pun kini berlomba-lomba untuk berkreasi dengan berbagai motif yang unik nan modern, meskipun tidak menghilangkan pakem-pakem tradisional Batik.

Berbagai promosi Batik yang dilakukan di luar negeri – workshop membatik, peragaan busana batik, hingga penggunaan batik di kantor perwakilan Indonesia di luar negeri – diharapkan dapat semakin mengharumkan nama batik dan Indonesia di dunia internasional.

Delegasi yang dipimpin langsung oleh Ibu Nia Niscaya, Direktur Konvensi, Insentif, dan Pameran (MICE) Kembudpar dan didampingi oleh beberapa wartawan Majalah Gatra, Koran Kompas dan Trans TV berkesempatan meyaksikan pencanangan tersebut, sekaligus bertukar pikiran dengan Duta Besar RI khususnya mengenai berbagai strategi menjual potensi turisme Indonesia di pasar pariwisata Swiss.

By Djoko Susilo with No comments

0 comments:

Post a Comment

    • Popular
    • Categories
    • Archives