Tuesday, May 10, 2011

Studi Banding DPR: Wisata, Belanja, Umroh, dan El Clasico

Ingin tahu seperti apa saja kegiatan anggota DPR saat studi banding ke luar negeri? Dubes Republik Indonesia di Swiss Djoko Susilo mengungkapkan, studi banding Dewan hanya diisi dengan belanja, wisata, hingga umroh.

DJOKO yang juga bekas anggota DPR mengatakan, ada sejumlah negara yang menjadi tujuan favorit anggota Dewan untuk studi banding. Pertama, adalah kawasan Amerika Utara yang meliputi Amerika Serikat (AS), Kanada dan wilayah lainnya.

Kedua, kawasan Eropa Barat yang mencakup Swiss, Belanda, Inggris, Prancis, dan jerman. Terakhir adalah wilayah Asia Pasifik seperti Australia, Jepang, Korea dan China. Sebagian ada juga yang ke Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Mesir.

"Ciri khasnya, biasanya negara yang dipilih adalah negara mapan atau maju. Jadi studinya bisa diisi dengan kegiatan sampingan seperti belanja atau berwisata," kata Djoko.

"Dalam jumlah yang sedikit ada yang ke Timur Tengah, Arab Saudi dan Mesir. Tapi itu ujung-ujungnya umroh atau wisata," sambungnya.

Djoko yang pernah duduk sebagai anggota DPR ini menilai, anggaran untuk studi banding meningkat sejak tahun 2009. Karena itu, kunjungan pun semakin ramai, meski tanpa arah yang jelas.

Politisi PAN ini mengaku heran karena tidak pernah ada kabar studi banding atau kunjungan ke negara-negara miskin di Afrika. Padahal, untuk mencari sebuah perbandingan, tidak melulu harus dari negara maju.

"Catatan saya hampir-hampir tidak pernah ke negara-negara Afrika, untuk membandingkan kenapa mereka miskin dan tetap miskin. Kolega saya duta besar di Etiopia atau Amerika Latin termasuk jarang menerima, termasuk Zimbabwe, Sudan, dan negara lain seperti Chile, Per dan sebagainya jarang," paparnya.

Sementara Wakil Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas-FITRA), Yuna Farhan bahkan menduga, anggota Dewan yang ingin studi banding ke Spanyol, jangan-jangan cuma untuk menonton El Clasico Barcelona vs Real Madrid.

"Bisa jadi, kan sebentar lagi Barcelona dan Madrid akan berduel di Laga Champions, jangan-jangan mereka mau nonton El Clasico dengan alasan studi banding," kata Yuna sambil tertawa


By Djoko Susilo with 4 comments

4 comments:

Pak Djoko, saya salute dengan tulisan Bapak dan sikap Bapak menolak studi banding anggota DPR kali ini, tetapi saya ingin bertanya apakah Bapak saat menjadi anggota DPR juga melakukan studi banding ke luar negeri? Jika ada apakah Bapak sepulang dari studi banding memberikan laporan terbuka kepada rakyat? atau mempublikasikan hasil kunjungan tersebut?

terima kasih.
ronny_hanafi@yahoo.com

Dear Mas Ronny

Terima kasih atas email dan beberapa pertanyaannya yang akan saya jawab sbb:

1. Saya hampir tidak pernah mengikuti studi banding ala DPR RI sekarang ini. Antara tahun 1999 s.d. 2004 saya hanya 4x perjalanan dinas DPR, yakni menghadiri konferensi AIPO di Bangkok, Pnomh Penh, hadir di konferensi IPU Havana dan bertemu PM Mori di Jepang bersama SBY (waktu itu masih Menkopolkam).
2. Pada periode kedua 2004 s.d. 2009, seingat saya hanya dua kali melakukan perjalanan dinas DPR yakni ke Roma, Italia tahun 2008 dan ke Washington DC dalam rangka lobi Papua tahun 2009, dan ke Kuala Lumpur soal Ambalat juga tahun 2009.
3. Kebanyakan perjalanan ke ln saya lakukan karena undangan seminar atau workshop baik oleh lsm atau negara lain, tidak memakai dana DPR. Ini juga karena saya adalah wakil ketua Asean Inter Parliamentary on Myanmar Caucus.
4. Setelah kembali, saya biasanya menuliskan hasil perjalanan dalam bentuk artikel di Jawa Pos atau media lainnya.
5. Saya sudah cukup lama hidup di luar negeri sebelum saya masuk DPR, 4 tahun di USA dan 4 tahun di UK, dan puluhan negara lainnya saya kunjungi selama jadi wartawan. Jadi, saya cukup banyak perjalanan ke ln bahkan sebelum di DPR.
6. Mudah-mudahan DPR mau memperbaiki pola perjalanannya menjadi lebih baik.

Thanks

Sincerely,
Djoko Susilo

wah salut pak tulisannya...
semoga tetep berjalan lurus pak, hiraukan tudingan anggota dpr indonesia yg bermuka dua itu tentang pernyataan bapak ini yg dia kira "tidak pantas".

dia berkata bahwa dubes mereka yg biayai (uang rakyat kok ngaku2?) sehingga mereka berhak untuk memotong anggaran dubes ln.

saya kira dengan memberikan kritik membangun seperti ini bapak sudah berprestasi :)

Post a Comment

    • Popular
    • Categories
    • Archives